<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Clownfish006's Weblog</title>
	<atom:link href="http://clownfish006.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://clownfish006.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Feb 2008 06:23:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='clownfish006.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Clownfish006's Weblog</title>
		<link>http://clownfish006.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://clownfish006.wordpress.com/osd.xml" title="Clownfish006&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://clownfish006.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bab II Tinjauan Pustaka</title>
		<link>http://clownfish006.wordpress.com/2008/02/01/bab-ii-tinjauan-pustaka/</link>
		<comments>http://clownfish006.wordpress.com/2008/02/01/bab-ii-tinjauan-pustaka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 06:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clownfish006</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi SMS]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clownfish006.wordpress.com/2008/02/01/bab-ii-tinjauan-pustaka/</guid>
		<description><![CDATA[BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam Bab Tinjauan Pustaka ini akan dipaparkan penelaahan kepustakaan yang mendasari proses perancangan dan pembuatan sistem yang meliputi uraian tentang dasar-dasar perbankan, lembaga keuangan mikro, dasar-dasar akuntansi, sistem informasi manajemen, perangkat pemodelan sistem, konsep Database Management System (DBMS), teknologi SMS serta pengaman sistem komputer. 2.1 Dasar-dasar Perbankan Menurut Kasmir (2002) pemahaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=clownfish006.wordpress.com&amp;blog=2624644&amp;post=5&amp;subd=clownfish006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><a title="_Toc147315467" name="_Toc147315467"></a><b><span>BAB II</span></b><b><span></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b><span>TINJAUAN PUSTAKA</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Dalam Bab Tinjauan Pustaka ini akan dipaparkan penelaahan kepustakaan yang mendasari proses perancangan dan pembuatan sistem yang meliputi uraian tentang dasar-dasar perbankan, lembaga keuangan mikro, dasar-dasar akuntansi, sistem informasi manajemen, perangkat pemodelan sistem, konsep <i>Database Management System</i> (DBMS), teknologi SMS serta pengaman sistem komputer.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21pt;text-indent:-21pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><b><span><span>2.1<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">    </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span>Dasar-dasar Perbankan</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Menurut Kasmir (2002) pemahaman tentang bank di Indonesia masih sepotong-sepotong, sebagian masyarakat hanya memahami bank sebatas tempat meminjam dan menyimpan uang belaka. Bahkan terkadang masyarakat sama sekali belum memahami bank secara utuh, sehingga pandangan tentang bank sering diartikan keliru. Selebihnya banyak masyarakat tidak paham sama sekali tentang dunia perbankan. Semua ini tentu dapat dipahami karena pengenalan dunia perbankan secara utuh terhadap masyarakat sangatlah minim, sehingga keruntuhan dunia perbankan pun tidak terlepas dari kurang pahamnya pengelola perbankan di tanah air dalam memahami dunia perbankan secara utuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Dalam dunia modern sekarang ini, peranan perbankan dalam memajukan perekonomian suatu negara sangatlah besar. Hampir semua sektor yang berhubungan dengan berbagai kegiatan keuangan selalu membutuhkan jasa bank. Oleh karena itu saat ini dan di masa yang akan datang kita tidak akan dapat lepas dari dunia perbankan, jika hendak menjalankan aktivitas keuangan, baik perorangan maupun lembaga, baik sosial atau perusahaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Begitu pentingnya dunia perbankan, sehingga ada anggapan bahwa bank merupakan “nyawa” untuk menggerakkan roda perekonomian suatu negara. Anggapan ini tentunya tidak salah, karena fungsi bank sebagai lembaga keuangan sangatlah vital, misalnya dalam hal penciptaan uang, mengedarkan uang, menyediakan uang untuk menunjang kegiatan usaha, tempat mengamankan uang, tempat melakukan investasi dan jasa keuangan lainnya.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><b><span><span>2.1.1<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span>Pengertian bank</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya. Sedangkan pengertian lembaga keuangan adalah setiap perusahaan yang bergerak di bidang keuangan di mana kegiatannya hanya menghimpun dana dan hanya menyalurkan dana atau kedua-duanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Kemudian menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 yang dimaksud dengan bank adalah <i>Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.</i></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatannya adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Menghimpun dana (uang) dari masyarakat dalam bentuk simpanan, maksudnya dalam hal ini bank sebagai tempat menyimpan uang atau berinvestasi bagi masyarakat. Tujuan utama masyarakat menyimpan uang biasanya adalah untuk keamanan uangnya. Sedangkan tujuan kedua adalah untuk melakukan investasi dengan harapan memperoleh bunga dari hasil simpanannya. Tujuan lainnya adalah mempermudah melakukan transaksi pembayaran. Untuk memenuhi tujuan di atas, baik untuk mengamankan uang maupun investasi, bank menyediakan sarana yang disebut simpanan. Secara umum jenis simpanan yang ada di bank adalah terdiri dari giro (<i>demand deposit</i>), simpanan tabungan (<i>saving deposit</i>) dan simpanan deposito (<i>time deposit</i>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Menyalurkan dana ke masyarakat, maksudnya adalah bank memberikan pinjaman (kredit) kepada masyarakat yang mengajukan permohonan. Dengan kata lain bank menyediakan dana bagi masyarakat yang membutuhkannya. Pinjaman atau kredit yang diberikan dibagi dalam beberapa jenis sesuai dengan keinginan nasabah. Tentu saja sebelum kredit diberikan bank terlebih dulu menilai apakah kredit tersebut layak diberikan atau tidak. Penilaian ini dilakukan agar bank terhindar dari kerugian akibat tidak dapat dikembalikannya pinjaman yang disalurkan bank dengan berbagai sebab. Jenis kredit yang biasa diberikan oleh hampir semua bank adalah kredit investasi, kredit modal kerja dan kredit perdagangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Memberikan jasa-jasa bank lainnya seperti: pengiriman uang (<i>transfer</i>), penagihan surat-surat berharga yang berasal dari dalam kota (<i>clearing</i>), penagihan surat-surat berharga yang berasal dari luar kota dan luar negeri (<i>inkaso</i>), <i>letter of credit</i> (L/C), <i>safe deposit box</i>, bank garansi dan jasa lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><b><span><span>2.1.2<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span>Sumber-sumber dana bank</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Sumber-sumber dana bank adalah usaha bank dalam memperoleh dana dalam rangka membiayai kegiatan operasinya. Sesuai dengan fungsi bank sebagai lembaga keuangan di mana kegiatan sehari-harinya adalah bergerak di bidang keuangan di mana kegiatan sehari-harinya adalah bergerak di bidang keuangan, maka sumber-sumber dana juga tidak terlepas dari bidang keuangan. Untuk menopang kegiatan bank sebagai penjual uang (memberikan pinjaman), bank harus lebih dulu membeli uang (menghimpun dana) sehingga dari selisih bunga tersebutlah bank memperoleh keuntungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Dana untuk membiayai operasi suatu bank, dapat diperoleh dari berbagai sumber. Perolehan dana ini tergantung bank itu sendiri apakah secara pinjaman (titipan) dari masyarakat atau dari lembaga lainnya. Di samping itu untuk membiayai operasinya, dana dapat pula diperoleh dengan modal sendiri, yaitu setoran modal dari para pemilik atau bank mengeluarkan atau menjual saham baru kepada pemilik baru. Perolehan dana disesuaikan pula dengan tujuan dari penggunaan dana tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Sumber dana yang dapat dipilih disesuaikan dengan penggunaan dana. Sumber-sumber dana yang ada dapat diperoleh dari sumber modal sendiri atau modal pinjaman dari masyarakat luas atau lembaga keuangan lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Adapun sumber-sumber dana bank tersebut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Dana yang bersumber dari bank itu sendiri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Sumber dana yang bersumber dari bank itu sendiri merupakan sumber dana dari modal sendiri. Modal sendiri adalah modal setoran dari para pemegang sahamnya. Apabila saham yang terdapat dalam portepel belum habis terjual, sedangkan kebutuhan dana masih perlu, maka pencariannya dapat dilakukan dengan menjual saham kepada pemegang saham lama. Akan tetapi jika tujuan perusahaan untuk melakukan ekspansi, maka perusahaan dapat mengeluarkan saham baru dan menjual saham baru tersebut di pasar modal. Di samping itu pihak perbankan dapat pula menggunakan cadangan-cadangan laba yang belum digunakan. Secara garis besar dapat disimpulkan pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri dari: (1) Setoran modal dari pemegang saham, (2) Cadangan-cadangan bank dan (3) Laba bank yang belum dibagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Dana yang berasal dari masyarakat luas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi suatu bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Pencarian dana dari sumber ini relatif paling mudah jika dibandingkan dengan sumber lainnya. Pencarian dana dari sumber dana ini paling dominan, asal dapat memberikan bunga dan fasilitas menarik lainnya, menarik dana dari sumber ini tidak terlalu sulit. Secara umum kegiatan penghimpunan dana ini dibagi menjadi 3 jenis yaitu: (1) Simpanan Giro (<i>Demand Deposit</i>), (2) Simpanan Tabungan (<i>Saving Deposit</i>) dan (3) Simpanan Deposito (<i>Time Deposit</i>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Dana yang bersumber dari lembaga lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Sumber dana yang ketiga ini merupakan sumber dana tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana pertama dan kedua di atas. Pencarian dari sumber dana ini relatif lebih mahal dan sifatnya hanya sementara waktu saja. Kemudian dana yang diperoleh dari sumber ini digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi-transaksi tertentu. Perolehan dana dari sumber ini antara lain: (1) Kredit likuiditas dari Bank Indonesia, (2) Pinjaman antar bank, (3) Pinjaman dari bank-bank luar negeri dan (4) Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><b><span><span>2.1.3<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span>Jenis-jenis bank</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Dalam prakteknya perbankan di Indonesia saat ini terdapat beberapa jenis perbankan seperti yang diatur dalam Undang-Undang Perbankan. Jenis perbankan sebelum keluar Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 dengan sebelumnya yaitu Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1967, maka terdapat beberapa perbedaan. Namun kegiatan utama atau pokok bank sebagai lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan dana tidak berbeda satu sama lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Menurut Undang-Undang Pokok Perbankan Nomor 14 Tahun 1967 jenis perbankan menurut fungsinya terdiri dari: (a) Bank Umum, (b) Bank Pembangunan, (c) Bank Tabungan, (d) Bank Pasar, (e) Bank Desa, (f) Lumbung Desa, (g) Bank Pegawai, (h) dan Bank lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Namun setelah keluar UU Pokok Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dan ditegaskan lagi dengan keluarnya UU RI. Nomor 10 Tahun 1998 maka jenis perbankan berdasarkan fungsinya terdiri dari : (a) Bank Umum dan (b) Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bentuk Bank Pembangunan dan Tabungan yang semula berdiri sendiri dengan keluarnya undang-undang di atas berubah fungsinya menjadi Bank Umum. Sedangkan Bank Desa, Bank Pasar, Lumbung Desa dan Bank Pegawai menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><b><span><span>2.1.4<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span>Kegiatan Bank Perkreditan Rakyat</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Kegiatan BPR pada dasarnya sama dengan kegiatan Bank Umum, hanya yang menjadi perbedaan adalah jumlah jasa bank yang dilakukan BPR jauh lebih sempit. BPR dibatasi oleh berbagai persyaratan, sehingga tidak berbuat seleluasa bank umum. Keterbatasan kegiatan BPR juga dikaitkan dengan misi pendirian BPR itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Dalam prakteknya kegiatan BPR adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Menghimpun dana hanya dalam bentuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span>Simpanan Tabungan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Simpanan Deposito</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Menyalurkan dana hanya dalam bentuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span>Kredit Investasi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kredit Modal Kerja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>c.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span>Kredit Perdagangan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Karena keterbatasan yang dimiliki oleh BPR, maka ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan BPR. Larangan ini meliputi hal-hal sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Menerima Simpanan Giro </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Mengikuti Kliring</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Melakukan Kegiatan Valuta Asing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Melakukan Kegiatan Perasuransian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><b><span><span>2.1.5<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span>Simpanan tabungan</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Pengertian tabungan menurut Undang-undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 adalah <i>simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. </i></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Untuk menarik dana yang ada di rekening tabungan dapat digunakan berbagai sarana atau alat penarikan. Dalam prakteknya ada beberapa alat penarikan yang dapat digunakan, hal ini tergantung bank masing-masing. Alat-alat yang sering digunakan adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Buku Tabungan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Merupakan buku yang dipegang oleh nasabah, buku tabungan berisi catatan saldo tabungan, transaksi penarikan, transaksi penyetoran dan pembebanan-pembebanan yang mungkin terjadi pada tanggal tertentu. Buku ini digunakan pada saat penarikan, sehingga langsung dapat mengurangi atau penambah saldo yang ada di buku tabungan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Slip Penarikan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Merupakan formulir untuk menarik sejumlah uang dari rekening tabungannya. Di dalam formulir penarikan nasabah cukup menulis nama, nomor rekening, jumlah uang serta tanda tangan nasabah. Formulir penarikan ini disebut juga slip penarikan dan biasanya digunakan bersamaan dengan buku tabungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kuitansi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Kuitansi juga merupakan formulir penarikan dan juga dapat merupakan bukti transaksi yang dikeluarkan oleh bank yang fungsinya sama dengan slip penarikan. Dalam kuitansi tertulis nama penarik, nomor penarik, jumlah uang dan tanda tangan penarik. Alat ini juga dapat digunakan secara bersamaan dengan buku tabungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kartu yang terbuat dari plastik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Yaitu sejenis kartu kredit yang terbuat dari plastik yang dapat digunakan untuk menarik sejumlah uang dari tabungannya, baik bank maupun mesin <i>Automated Teller Machine</i> (ATM). Mesin ATM ini biasanya tersebar di tempat-tempat yang strategis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><b><span><span>2.1.6<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span>Simpanan deposito</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Deposito (<i>time deposit</i>) merupakan salah satu tempat bagi nasabah untuk melakukan investasi dalam bentuk surat-surat berharga. Pemilik deposito disebut deposan. Kepada setiap deposan akan diberikan imbalan bunga atas depositonya. Bagi bank, bunga yang diberikan kepada para deposan merupakan bunga tertinggi, jika dibandingkan dengan simpanan giro dan tabungan, sehingga deposito oleh sebagian bank dianggap sebagai dana mahal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Keuntungan bagi bank dengan menghimpun dana lewat deposito adalah uang yang tersimpan relatif lebih lama, mengingat deposito memiliki jangka waktu yang relatif panjang dan frekuensi penarikan yang juga jarang. Dengan demikian bank dapat leluasa untuk menggunakan kembali dana tersebut untuk keperluan penyaluran kredit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Pengertian deposito menurut UU Nomor 10 Tahun 1998 adalah <i>simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpanan dengan bank.</i></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Sarana atau alat untuk menarik uang yang disimpan di deposito sangat tergantung dari jenis depositonya. Artinya setiap jenis deposito mengandung beberapa perbedaan sehingga diperlukan sarana yang berbeda pula. Sebagai contoh untuk deposito berjangka, penarikannya menggunakan bilyet deposito, sedangkan untuk sertifikat deposito menggunakan sertifikat deposito.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><b><span><span>2.1.7<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span>Pinjaman atau kredit</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Dalam bahasa latin kredit disebut “<i>credere</i>” yang artinya percaya. Maksudnya si pemberi kredit percaya kepada si penerima kredit, bahwa kredit yang disalurkan pasti akan dikembalikan sesuai perjanjian. Sedangkan bagi si penerima kredit berarti menerima kepercayaan, sehingga mempunyai kewajiban untuk membayar kembali pinjaman sesuai dengan jangka waktunya. Oleh karena itu untuk meyakinkan bank bahwa si nasabah benar-benar dapat dipercaya, maka sebelum kredit diberikan diadakan analisis kredit. Analisis kredit mencakup latar belakang nasabah atau perusahaan, prospek usahanya, jaminan yang diberikan serta faktor-faktor lainnya. Tujuan analisis ini adalah agar bank yakin bahwa kredit yang diberikan benar-benar aman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Pengertian kredit menurut Undang-undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 adalah <i>penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.</i></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Sedangkan pengertian pembiayaan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Tujuan pemberian fasilitas kredit juga tidak terlepas dari misi bank tersebut didirikan. Adapun tujuan dari pemberian kredit antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Mencari keuntungan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Tujuan utama pemberian kredit adalah untuk memperoleh keuntungan. Hasil keuntungan ini diperoleh dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah. Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup bank, di samping itu keuntungan juga dapat membesarkan usaha bank.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Membantu usaha nasabah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Tujuan selanjutnya adalah untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik dana untuk investasi maupun dana untuk modal kerja. Dengan dana tersebut, maka pihak debitur akan dapat mengembangkan dan memperluaskan usahanya. Dalam hal ini baik bank maupun nasabah sama-sama diuntungkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Membantu Pemerintah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Tujuan lainnya adalah membantu pemerintah dalam berbagai bidang. Bagi pemerintah semakin banyak kredit yang disalurkan oleh pihak perbankan, maka semakin baik, mengingat semakin banyak kredit berarti adanya kucuran dana dalam rangka peningkatan pembangunan di berbagai sektor, terutama sektor riil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Di samping memiliki tujuan pemberian fasilitas kredit juga memiliki fungsi yang luas. Adapun beberapa fungsi kredit antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Untuk meningkatkan daya guna uang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Dengan adanya kredit dapat meningkatkan daya guna uang, maksudnya jika uang hanya disimpan saja di rumah tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna. Dengan diberikannya kredit uang tersebut menjadi berguna untuk menghasilkan barang atau jasa oleh si penerima kredit. Kemudian juga dapat memberikan penghasilan tambahan kepada pemilik dana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Untuk meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Dalam hal ini uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar dari satu wilayah ke wilayah lainnya sehingga, suatu daerah yang kekurangan uang dengan memperoleh kredit maka daerah tersebut akan memperoleh tambahan uang dari daerah lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Untuk meningkatkan daya guna barang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Kredit yang diberikan oleh bank akan dapat digunakan oleh si debitur untuk mengolah barang yang semula tidak berguna menjadi berguna atau bermanfaat. Sebagai contoh seorang pengusaha memperoleh kucuran dana dari salah satu bank untuk mengolah limbah plastik yang sudah tidak dipakai menjadi barang-barang rumah tangga. Biaya pengolahan barang tersebut diperoleh dari bank. Dengan demikian fungsi kredit dapat meningkatkan daya guna barang dari barang yang tidak berguna menjadi barang yang berguna.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Meningkatkan peredaran barang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Kredit dapat pula menambah atau memperlancar arus barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya, sehingga jumlah barang yang beredar dari satu wilayah ke wilayah lainnya bertambah atau kredit dapat pula meningkatkan jumlah barang yang beredar. Kredit untuk meningkatkan peredaran barang biasanya untuk kredit perdagangan atau kredit ekspor impor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Sebagai alat stabilitas ekonomi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Dengan memberikan kredit dapat dikatakan sebagai alat stabilitas ekonomi, karena dengan adanya kredit yang diberikan akan menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masyarakat. Kredit dapat pula membantu mengekspor barang dari dalam negeri keluar negeri sehingga dapat meningkatkan devisa negara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><b><span><span>2.1.8<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span>Suku bunga</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.6pt;line-height:150%;"><span>Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga bagi bank juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dan harga yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.6pt;line-height:150%;"><span>Dalam kegiatan perbankan konvensional sehari-hari, ada 2 macam bunga yang diberikan kepada nasabahnya yaitu:</span></p>
<p class="Style1" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Bunga simpanan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Merupakan harga beli yang harus dibayar bank kepada nasabah pemilik simpanan. Bunga ini diberikan sebagai rangsangan atau balas jasa, kepada nasabah yang menyimpan uangnya di bank. Sebagai contoh jasa giro, bunga tabungan dan bunga deposito.</span></p>
<p class="Style1" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Bunga pinjaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Merupakan bunga yang dibebankan kepada para peminjam (Debitur) atau harga jual yang harus dibayar oleh nasabah peminjam kepada bank. Bagi bank bunga pinjaman merupakan harga jual dan contoh harga jual adalah bunga kredit.</span></p>
<p class="Style2" style="line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Kedua macam bunga ini merupakan komponen utama faktor biaya dan pendapatan bagi bank. Bunga simpanan merupakan biaya dana yang harus dikeluarkan kepada nasabah sedangkan bunga pinjaman merupakan pendapatan yang diterima dari nasabah. Baik bunga simpanan maupun bunga pinjaman masing-masing saling mempengaruhi satu sama lainnya. Sebagai contoh seandainya bunga simpanan tinggi, maka secara otomatis bunga pinjaman juga terpengaruh ikut naik dan demikian pula sebaliknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Pembebanan besarnya suku bunga kredit dibedakan kepada jenis kreditnya. Penggunaan metode perhitungan yang akan digunakan, sangat mempengaruhi jumlah bunga yang akan dibayar. Jumlah bunga yang dibayar akan mempengaruhi jumlah angsuran per bulan, di mana jumlah angsuran terdiri dari hutang/pinjaman pokok dan bunga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Adapun metode pembebanan bunga yang dimaksud adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><i><span>Flat rate</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Pembebanan bunga setiap bulan tetap dari jumlah pinjamannya, demikian pula pokok pinjaman setiap bulan juga dibayar sama, sehingga angsuran setiap bulan juga sama sampai kredit tersebut lunas. Jenis <i>flat rate</i> ini diberikan kepada kredit yang bersifat konsumtif seperti pembelian rumah tinggal, pembelian mobil pribadi atau kredit konsumtif lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><i><span>Sliding rate</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Pembebanan bunga setiap bulan dihitung dari sisa pinjamannya, sehingga jumlah bunga yang dibayar nasabah setiap bulan menurun seiring dengan turunnya pokok pinjaman. Akan tetapi pembayaran pokok pinjaman setiap bulan sama. Angsuran nasabah (pokok pinjaman ditambah bunga) otomatis dari bulan ke bulan semakin menurun. Jenis <i>sliding rate</i> ini biasanya diberikan kepada sektor produktif, dengan maksud si nasabah merasa tidak terbebani oleh pinjamannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><i><span>Floating rate</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span>Metode <i>Floating rate</i> menetapkan besar kecilnya bunga kredit dikaitkan dengan bunga yang berlaku di pasar uang, sehingga bunga yang dibayar setiap bulan sangat tergantung dari bunga pasar uang pada bulan tersebut. Jumlah bunga yang dibayarkan dapat lebih tinggi atau lebih rendah atau sama dari bulan yang bersangkutan. Pada akhirnya hal ini juga berpengaruh terhadap angsuran setiap bulan, yaitu bisa tetap, naik atau turun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21pt;text-indent:-21pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><b><span><span></span></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/clownfish006.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/clownfish006.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/clownfish006.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/clownfish006.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/clownfish006.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/clownfish006.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/clownfish006.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/clownfish006.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/clownfish006.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/clownfish006.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/clownfish006.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/clownfish006.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/clownfish006.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/clownfish006.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/clownfish006.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/clownfish006.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=clownfish006.wordpress.com&amp;blog=2624644&amp;post=5&amp;subd=clownfish006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clownfish006.wordpress.com/2008/02/01/bab-ii-tinjauan-pustaka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b6c2382d10bde6adb955624b5d6fdd6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">clownfish006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bab I (Latar Belakang)</title>
		<link>http://clownfish006.wordpress.com/2008/02/01/bab-i-latar-belakang/</link>
		<comments>http://clownfish006.wordpress.com/2008/02/01/bab-i-latar-belakang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 06:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clownfish006</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas Akhir]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clownfish006.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[1.1 Latar Belakang Pendirian lembaga keuangan mikro (LKM) merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah aksesibilitas kredit yang banyak dialami pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini terjadi karena hingga saat ini kalangan perbankan sulit memberikan dukungan berupa bantuan pinjaman/kredit untuk pelaku usaha berskala UMKM. Selain menyaratkan agunan dan tertib administrasi yang sulit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=clownfish006.wordpress.com&amp;blog=2624644&amp;post=4&amp;subd=clownfish006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="ListParagraph" style="text-indent:-14.2pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"><span>1.1<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">    </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Latar Belakang</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Pendirian lembaga keuangan mikro (LKM) merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah aksesibilitas kredit yang banyak dialami pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini terjadi karena hingga saat ini kalangan perbankan sulit memberikan dukungan berupa bantuan pinjaman/kredit untuk pelaku usaha berskala UMKM. Selain menyaratkan agunan dan tertib administrasi yang sulit dipenuhi UMKM, perbankan juga cenderung enggan memberikan kredit untuk skala kecil seperti yang dibutuhkan UMKM.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Salah satu bentuk LKM adalah lembaga perkreditan desa (LPD). Di Bali LPD merupakan lembaga keuangan milik desa pekraman. Sebagai salah satu wadah kekayaan desa, LPD menjalankan fungsinya dalam bentuk usaha-usaha ke arah peningkatan taraf hidup krama desa dan dalam kegiatannya banyak menunjang pembangunan desa. Tujuan usaha LPD antara lain: mendorong pembangunan ekonomi masyarakat desa melalui kegiatan menghimpun tabungan dan deposito dari krama desa, memberantas ijon, gadai gelap dan sejenisnya, menciptakan pemerataan kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja bagi krama desa, meningkatkan daya beli dan melancarkan lalu lintas pembayaran dan peredaran uang di desa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Beberapa LPD yang telah maju, semakin meningkatkan kreativitasnya dalam memberikan pelayanan jasa keuangan, bahkan menyaingi bank umum, misalnya menerima deposito, jasa-jasa pelayanan lainnya, seperti : telepon, listrik, PDAM, dan retribusi sampah. Beberapa LPD bahkan mulai membuka cabang di beberapa daerah untuk lebih mensosialisasikan keberadaannya. Dengan dibukanya cabang ini masyarakat desa kini semakin mengerti pentingnya keberadaan LPD.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Namun di dalam perkembangannya terdapat pula sejumlah kelemahan atau kekurangan yang mesti dibenahi. Beberapa di antaranya: manajemen dan profesionalisme pengurus LPD yang masih rendah, sistem pemberian kredit yang kurang transparan, belum optimalnya pemanfaatan dana sosial, serta minimnya kreativitas pengurus dalam mengembangkan usaha layanan LPD. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Permasalahan juga muncul akibat LPD masih menggunakan sistem manual seperti: proses rekap transaksi yang tidak efisien, pencarian data yang lama, data form dan buku mudah rusak dan tidak tahan lama, serta proses manajemen informasi yang sulit untuk dilaksanakan. Beberapa proses manual ini bisa menyebabkan kemungkinan terjadinya kesalahan pencatatan semakin besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Kelemahan di atas terjadi karena banyak LPD belum didukung sistem komputerisasi dalam proses administrasi keuangan. Sistem informasi yang handal sangat dibutuhkan oleh LPD saat ini. Beberapa LPD menggunakan sistem semi otomatis seperti aplikasi Microsoft Excel dalam menangani transaksi yang ada. Hal ini menyebabkan proses pelayanan terhadap nasabah menjadi sedikit terhambat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Selain itu beberapa LPD yang kini sudah memiliki cabang juga mengalami kesulitan agar sistem dapat <i>online</i> dengan cabang yang lain, mengingat biaya infrastruktur internet masih tergolong mahal. Kini terdapat salah satu media yang bisa dijadikan alternatif untuk mengganti sistem <i>online</i> berbasis internet yaitu SMS. Penggunaan SMS sebagai sarana pengganti infrastruktur internet merupakan cara yang hemat dan cepat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Sistem pengiriman data tentu saja tidak luput dari ancaman-ancaman yang dapat merusak keamanan data yang akan dikirim. Untuk itu perlu dilakukan suatu proses enkripsi data untuk menjamin data hanya bisa dibaca oleh pihak yang tepat. Namun proses enkripsi ini terbentur oleh keterbatasan karakter yang bisa diterima oleh teknologi SMS dan keterbatasan jumlah karakter yang bisa dikirim. Teknik pengiriman paket data mutlak diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Melihat permasalahan tersebut, maka dipandang perlu untuk mengkaji sistem informasi perbankan <i>online</i> berbasis SMS sehingga dapat menjawab tantangan yang kini dihadapi LPD sebagai lembaga keuangan mikro yang mendorong pembangunan masyarakat desa.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/clownfish006.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/clownfish006.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/clownfish006.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/clownfish006.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/clownfish006.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/clownfish006.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/clownfish006.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/clownfish006.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/clownfish006.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/clownfish006.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/clownfish006.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/clownfish006.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/clownfish006.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/clownfish006.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/clownfish006.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/clownfish006.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=clownfish006.wordpress.com&amp;blog=2624644&amp;post=4&amp;subd=clownfish006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clownfish006.wordpress.com/2008/02/01/bab-i-latar-belakang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b6c2382d10bde6adb955624b5d6fdd6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">clownfish006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengenalan SMS Gateway</title>
		<link>http://clownfish006.wordpress.com/2008/01/26/pengenalan-sms-gateway/</link>
		<comments>http://clownfish006.wordpress.com/2008/01/26/pengenalan-sms-gateway/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 23:54:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>clownfish006</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi SMS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://clownfish006.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Ketika SMS dikirim ke suatu nomor tertentu, SMS yang dikirimkan tidak akan langsung dikirimkan ke nomor tersebut, namun akan masuk terlebih dahulu ke SMS Center (SMSC) operator telepon yang Anda gunakan. SMS Center sendiri dapat diartikan sebagai sebuah server yang bertanggung jawab pada proses pengiriman SMS dalam suatu operator. SMS yang dikirimkan dari suatu ponsel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=clownfish006.wordpress.com&amp;blog=2624644&amp;post=3&amp;subd=clownfish006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Ketika SMS dikirim ke suatu nomor tertentu, SMS yang dikirimkan tidak akan langsung dikirimkan ke nomor tersebut, namun akan masuk terlebih dahulu ke SMS <i>Center</i><span> </span>(SMSC) operator telepon yang Anda gunakan. SMS <i>Center</i><span> </span>sendiri dapat diartikan sebagai sebuah <i>server</i> yang bertanggung jawab pada proses pengiriman SMS dalam suatu operator. SMS yang dikirimkan dari suatu ponsel akan masuk ke SMSC ini, kemudian baru diteruskan ke nomor tujuan SMS tersebut. Bila nomor yang dituju ternyata sedang mati/<i>offline</i>, SMSC ini akan menyimpan SMS tersebut untuk sementara waktu, hingga nomor tujuan hidup kembali. Lamanya waktu penyimpanan SMS, sangat tergantung dari lamanya waktu yang telah ditetapkan oleh operator untuk menyimpan SMS tersebut. Nomor yang telah menerima SMS akan mengirimkan laporan ke SMSC bahwa SMS telah diterima. </span><span>Laporan tersebut kemudian akan diteruskan kembali ke nomor pengirim SMS. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/clownfish006.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/clownfish006.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/clownfish006.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/clownfish006.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/clownfish006.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/clownfish006.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/clownfish006.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/clownfish006.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/clownfish006.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/clownfish006.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/clownfish006.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/clownfish006.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/clownfish006.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/clownfish006.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/clownfish006.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/clownfish006.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=clownfish006.wordpress.com&amp;blog=2624644&amp;post=3&amp;subd=clownfish006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://clownfish006.wordpress.com/2008/01/26/pengenalan-sms-gateway/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b6c2382d10bde6adb955624b5d6fdd6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">clownfish006</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
